Sinopsis

Apakah aku cantik? Kurasa jawabannya tidak. Aku tidak cantik. Aku berani bertaruh setiap orang yang aku tanya apakah aku cantik? Jawabannya pasti ‘Iya’ karena mereka tidak ingin menyakiti hatiku, hahah aku sudah tahu tentunya. Aku kadang kecewa terhadap Tuhan kenapa Dia menciptkan aku dengan fisik yang pas-pasan? Kenapa tidak seperti Kendall ataupun Cara? Model papan atas yang selalu tampil diacara Fasion shownya Victoria Secret. Brand pakaian dalam yang sangat terkenal itu.
   Tapi, sudahlah memaki takdir yang sudah terjadi tidak aka nada gunanya bukan?  Walaupun ada rasa kecewa kalau aku sudah melihat kak Dina, pentola sekolahku yang cantiknya jangan ditanya, jika ingin melihat wajahnya  bayangkan saja model-model yang suka berlalu-lalang disampul paling depan majalah Vogue.
   Aku memutuskan fokus pandanganku yang saat ini sedang memandangi foto Kendall Jenner yang terpampang di dinding kamarku, segera ku ambil Hp yang tergeletak begitu saja dibawah tumpukan buku sekolah.
   Satu pesan diterima
   From: Mila kunyuk
   “Lo dimana? Jangan bilang lagi dirumah. Gue sama Salma udah nunggu dari tadi. Cepet sini!”
   Mati aku! aku lupa kalau ini sudah jam 4 sore, aku baru ingat aku punya janji dengan Mila dan Salma. Sahabatku  sejak kami memasuki kelas 2 SMP.  Dan sekarang kita satu almamater lagi. Dengar gerakan secepat kilat aku mengucir rambutku seperti ekor kuda dan buru-buru memakai sepatu converse-ku yang sudah kucel. Bukannya males nyuci, tapikan katanya sepatu converse akan terlihat keren jika sudah kucel.
   “Bi, kalo mama pulang, bilang ya aku main sama Mila.” Kataku pada Bi Yuyun, pembantu yang baru masuk minggu kemarin.
   “Yaudah non, hati-hati.” bi Yuyun berteriak di depan pintu ketika  mengetahui aku telah melesat jauh ke gerbang depan. Buru-buru aku menyetop taksi yang lewat depan rumahku. Untunglah, karena setiap saat pasti ada saja taksi yang kebetulan lewat depan rumahku.
   Taksi yang aku tumpangi melesat dengan kecepantan sedang dijalanan yang tidak terlalu padat ini. Sms dari kedua teman kunyukku it uterus berdatangan silih berganti. Salah aku juga sih, kenapa sampai lupa kalau aku ada janji sama mereka.
   Tidak lama, taksi yang aku tumpangi sudah berhenti di tempat tujuan. Segera  aku memberikan uangkepada bapak supir taksi yang mengantarku ini. mengambil  langkah seribu, kakiku memasuki mall yang sudah kami janjikan sabtu sore kemarin.
   Segera aku bawa kaki ini memasuki cafĂ© yang sudah di sms-kan oleh Mila.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sarjana Terapan Kebidanan + Pendidikan Profesi

Pengalaman di Behel diklinik gigi Audy Dental Bandung

Mimpi dan target. Apa bedanya?