Mimpi dan target. Apa bedanya?

 

Mimpi dan target. Apa bedanya?

Bermimpi itu gratis, kata orang dan yang mahal itu membayar nya untuk meraihnya. Kalian sudah tahu belum kalo mimpi dan target itu berbeda? Kaget ya, sama aku pun kaget, karena yang selama ini aku sebut ‘Mimpi’ ternyata adalah target. Bagaimana sih kita bisa membedakan antara mimpi dan target?

aku dan kalian mungkin sama-sama mengejar target, seperti masuk universitas bagus, mati-matian belajar untuk di terima di jurusan yang terpandang sekaligus kampus yang mempunyai nama, belajar sebelum interview kerja dan tager-target lainya yang membawa kalian ke arah masa depan.

Hal yang kalian lakukan adalah untuk mengejar target, semua usaha yang hari ini di lakukan mungkin adalah taget yang kalian terlanjur kalian anggap itu mimpi, betulkan? Lalu apa sih dan bagaimana target serta mimpi itu? Aku kasih contoh deh, dari buku yang aku baca. Bukunya berjudul Menata Karir di Masa Depan, karya Juhyung Kim penulis asal  korea, ups bukan karena aku suka kpop terutama BTS jadi aku langsung terobsesi semua yang berbau korea ya, bukan itu kok maksudnya. Kebetulan aja aku baca buku yang memang penulisnya orang korea hehe jangan di salty in ya.

Nah dibuku itupun dijelaskan kalian harus menggapai mimpi dulu sebelum target, karena apa? Ya karena kalo target sudah tergapai kalian ga akan merasa hampa. banyak banget cerita yang aku dengar, mereka betul-betul merasa itu mimpinya dan mati-matian mengejarnya, eh setelah dapat mereka berbalik dan berkata “ternyata itu bukan mimpi saya,”

Misal lagi nih, kalian mimpi menaiki gunung Rinjani, tapi kalian Cuma rebahan di kamar sambil nontonin video-vidio pendaki yang berhasil muncak ke gunung rinjani, aku ga bilang itu salah ya. Tapi kalo kalian hanya melakukan itu dan ga ada pergerakan dari kalian ya itu mustahil.

Seperti yang RM bilang, bergeraklah meskipun kalian bergerak seperti kura-kura, at least kura-kura ada niatan untuk bergerak, bukan? Jadi jika kalian punya mimpi menaiki gunung rinjani, mulai lah dengan menabung, membeli perlengkapan ataupun mulai menjalin perteman yang sefrekunesi untuk muncak bareng heheh

Masih belum ngerti bedanya target dan mimpi? Oke aku kasih contoh lagi, di buku itu di tulis gini,

“Aku ingin menjadi dokter,” nah ini adalah sebuah target, tapi kalo kalian menjawab “Saya ingin menjadi dokter seperti dokter Albert Schweitzer” nah ini baru mimpi

Mimpi dan taget adalah pasangan sehidup semati yang ga bisa di pisahkan, namun ada perbedaan penting antara mimpi dan target, jika mimpi adalah sesuatu yang tidak sesuai jalur, target adalah yang membuatnya sesuai jalur. Ada saatnya kita ragu untuk meraih mimpi ketika  merentangkan tangan, dan sesuatu yang dapat diraih itu bernama target.

Hmm kita sebut saja si A adalah polisi yang bermimpi menerbitkan buku, nah itu kan mimpi yang ga sesuai jalur nya. Namun si A ini merencanakan target bagaimana caranya ia bisa menerbitkan buku, seperti latihan menulis setiap hari, mencoba menawarkan naskah ke penerbit nah itu kan target yang menjembatani untuk si A meraih mimpinya. Begitu.

Begitupun jika kamu sekarang adalah seorang siswa SMA yang bercita-cita jadi seorang dokter seperti Albert S, nah kalian udah mulai nih menentukan target apa saja yang bisa membukakan jalan kalian menuju impian itu.

Sampe sini semoga belum paham ya, supaya kalian bisa cari sumber yang lebih luas lagi mengenai hal ini. aku juga saranin buat baca buku yang aku sebut di atas.

Jadi apa mimpi kalian?

Terima kasih sudah membaca, salam hangat dari sostelenak-

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sarjana Terapan Kebidanan + Pendidikan Profesi

Pengalaman di Behel diklinik gigi Audy Dental Bandung