Sarjana Terapan Kebidanan + Pendidikan Profesi
Halo semua, semoga yang membaca ini di kasih kesehatan ya sama Tuhan, walaupun keadaan lagi pandemik semoga sehat selalu. oh iya mungkin nanti kita bisa kenalan sambil jalan ya, aku mau cerita
aja sih gimana rasanya kuliah di poltekkes bandung khususnya di program sarjana
terapan+profesi bidan, kayanya tulisan kali ini bakalan kaya curhatan gitu,
keluh kesah dan lainnya hehe tapi mungkin bakalan ada hikmah juga yang pembaca
akan ambil, semoga ya.
jadi aku masuk sini tuh
dari rangkaian proses panjang, kalian yang penasaran bisa baca tulisan aku
sebelumnya ya, mungkin kalian tertarik. kebetulan banget pas prodi sarjana
terapan ini baru di buka aku langsung aja daftar kesini, soalnya kata bibi aku lebih
baik d4 aja sekalian, waktu itu aku ambil d4 gizi dan d4 bidan, allhamdulilah
nya ya keterima di bidan. Udah tuh keterima dan ya waktu itu aku ga
langsung masuk barenng yang d3, tapi nunggu 2 minggu soalnya kata ketua prodi
ku mereka masih ngurus-ngurus berkas yang belum lengkap ya namanya juga prodi
baru juga kan.
karena undang-undang
kebidanan yang baru juga kan udah keluar ya, disana dijelaskan juga,
kurang lebih seperti ini, Bidan lulusan
D III dan Bidan lulusan D IV yang telah melaksanakan Praktik Kebidanan secara
mandiri di Tempat Praktik Mandiri Bidan sebelum Undang-Undang ini diundangkan,
masih dapat menjalankan praktik tersebut paling lama hingga 7 tahun setelah
pengundangan UU 4/2019. Setelah itu, bagi bidan lulusan D3 yang melakukan
praktik mandiri dapat mengikuti penyetaraan Bidan lulusan profesi melalui rekognisi
pembelajaran lampau.Jadi Bahasa sederhananya d3 dan d4 masih bisa praktik sampe
7 tahun setelah undang-undang tersebut di sahkan.
Jadi jika yang baca ini
masih sma atau sekolah menengah mungkin bisa jadi bahan pertimbangan ya untuk
kedepannya, kalian mending memilih sarjana terapan yang sudah ada profesi nya
ya, awas jangan salah. yang nantinya bisa praktik hanya dari sarjana terapan
atau d4 yang sudah langsung pendidikan profesi selama satu tahun. Disini aku ga akan
membahas mengenai alih jenjang yang dari d3 ya, karena ya aku juga awam
mengenai alih jenjang d3 hehe, mungkin dilain kesempatan aku bakalan nulis
tentunya dengan sumber terpercaya ya.
Nah untuk institusi mana
saja yang menyediakan program studi sarjana kebidanan regular ini atau yang
langsung dari SMA setau aku ada UNAIR, lalu poltekkes bandung, ada juga
poltekkes Yogyakarta, kalo swasta setau aku ada di STIKES rajawali, hanya itu
sih yang aku tahu, kalo reader tahu mungkin bisa kasih jawaban ya di kolom
komentar.
Kalo yang bertanya berapa
lama sekolah sarjana terapan ditambah profesi? Ya pas nya kalo dihitung bisa 5
tahun sih, sarjana terapan 4 tahun di tambah profesi 1 tahun. Wah lama ya jadi
bidan J.
Ya begitulah karena kita berhubungan langsung dengan manusia tentunya kita
harus benar-benar menguasai kompetensi kita, bidan di Indonesia semakin banyak,
namun sayangnya tidak semua berkompeten, mungkin pemerintah ingin menjadikan
bidan di Indonesia semua setara dengan adanya peraturan ini.
Menjadi bidan tidak sama
dengan dokter obgyn, mungkin kalian akan tau jika sudah menyelam ke dunia
kebidanan hehe, kompetensi tentunya berbeda. Masing-masing mempunyai kelebihan
dan kekurangannya jadi tidak bisa di banding-bandingkan.
Okey lalu kita cerita ya
di saat pertama aku masuk poltekkes. Awal masuk sih aku kaya biasa aja,
excited juga karena siapa yang ga seneng udah keterima di institusi kesehatan
negeri kan, nah untuk mata kuliahnya sih semester pertama itu kaya yang emnag
basic gitu, kewarganegaraan, Bahasa Indonesia agama , anfis aka anatomi,
fisiologi. Untuk anatomi kita ngampusnya tuh di unisba karena kebetulan
poltekkes kerjasama sama kampus unisba buat lab nya, karena kan lab yang ada di
poltekkes itu kebanyakan untuk kehamilan dan persalinan ya all about kebidanan
deh, kalo buat anatomi yang lengkap kaya kedokteran ya unisba yang di pilih,
soalnya emnag lab kedokteran disana tuh bagus banget, sampe yang anatomi kaya
real gitu wow deh, aku juga seneng bisa dapat atmosper kaya kuliah kesehatan
banget dengan banyaknya anatomi-anatomi manusia, oh iya dosen yang ngajar anfis
pun mostly dokter yang ngajar disana juga.
Selain anatomi dan fisiologi,
kita juga belajar parasotologi dan mikrobiologi, disana kita belajar banyak hal
sih seru banget, dan suatu kehormatan bisa di ajar sama salah satu guru besar
luar biasa yang nulis buku, beliau Bapak Prof. Dr. Ridad Agoes, dr., MPH,
DAPE. Tadinya belum ngeuh kalo beliau adalah guru besar yang luar bisa tapi pas
inget-inget lagi dosen penanggung jawab parasitology pernah ngerekomendasiin
buku yang penulisnya beliau dan subhanallah prestasi beliau sudah tidak
diragukan, beliau juga mendedikasikan dirinya meneliti
nyamuk. Tapi kabar duka datang pada kemarin tanggal 25
nov beliau tutup usia, mari sejenak mengirim al fatihah kepada beliau, semoga
amal ibadahnya selama ini di terima Allah SWT Amiin.
Oh iya belajar di sarjana
terapan bidan bandung mungkin kalian akan berfikir seperti tertinggal sama D3,
mereka sudah tau caranya me nensi, dan bisa menyuntik tapi kita masih belum tau
apa-apa. Gapapa kita memang di fokuskan di teori dulu, kita di asah disana,
kita dilatih disana buat berfikir kritis, buat menjadi seorang manajer dan
pemimpin bukan hanya yang melakukan, tapi kita di tuntut berfikir lebih
daripada hanya ‘melakukan’ kita harus bisa menganalisis setiap tindakan itu ada
rasionalisasinya. Aku bereskpektasi di semester dua dan tiga akan banyak hal
dan pengalaman yang datang, namun sayangnya pandemic covid19 datang dan kita
dipaksa buat berdiam diri di rumah, sudah terhitung 8 bulan lebih aku di rumah,
dari pertengahan sem 2 sampai sekarang sudah ada di sem 3, dan pelajaran yang
harusnya ada di sem 3 di geser ke belakang, dan yang kita pelajari di sem ini
sepenuhnya teori, seperti berfikir kritis, profesionalisme, dan lainnya, ada
kendala sih karena kita belum menguasai asuhan kebidanan dasar namun di matkul
sem ini kebayakan berkaitan dengan asuhan kebidanan seperti SOAP dan lainnya,
tapi alhamdulilah sih bisa mengikuti ga floop2 amat hehe.
Yang membuat aku sedikit
frustasi dalam hal matakuliah mungkin ada di farmakologi dan juga biologi
reproduksi, pertama emang matkul farma itu berat ya, anak farmasi pun butuh
waktu banyak untuk memahami, apalagi ini kita anak kebidanan yang hanya belajar
selama dua semester. Dan juga ada bilogi reproduksi yang susah menurut otak ku
yang ga seberapa ini :D
Tapi asli emnag
kebanyakan materi di reproduksi biologi kita belajar banyak hal, mulai dari
genetika, embriologi, dan juga kelainan kongenital, ya pokonya seputar itulah,
kebayangkan berat matkul nya seperti apa di sem 2 kemarin, dan yang lebih
parahnya kita harus menghabiskah setengah sem 2 berada dirumah, hal itu sedikit
menghambat aku dan mungkin juga teman-teman dalam menyerap pelajaran.
Di d4 juga kita belajar
hal-hal lain yang keliatannya simple namun bermanfaat bagi kita, ga akan aku ceritakan
lebih jauh hehe kalian bisa langsung merasakan dengan daftar langsung ke prodi
sarjana terapan kebidanan poltekkes bandung ya, masih banyak sebenarnya yang
pengen aku sampaikan, tapi kayanya nanti aja ya kita lanjut lagi.

Komentar
Posting Komentar