Midnight rain and The sunshine


Kita hidup memang sudah ditakdirkan jalannya, namun kita sebagaimanusia juga bisa memilih ingin akhir seperti apa. Daun yang jatuh terbawa anginpun sudah di tetapan kelanjutan ceritanya. Tuhan maha adil, tak satupun makhluk di bumi ini yang tidak Ia tentukan takdirnya. Seperti caraku bertemu dia. Takdir memang unik, aku yang sudah sembuh dari patah hari terhebat, harus dipertemukan lagi dengan dia yang pernah menjadi bagian dari cerita masa mudaku, walaupun sebentar. Disini aku tidak akan menuliskan bagaimana aku jatuh cinta dengan sosoknya, namun sedikit singkat saja, mengapa kami bertemu.

                2016 adalah dimana pertama kali aku menemukan dan berkenalan dengan dia, di salah satu aplikasi untuk belajar Bahasa inggris dengan orang di seluruh penjuru dunia, entahlah, kala itu aku sedang rajin-rajinnya ingin mempraktekan skill Bahasa inggrisky, sehingga aku berakhir di aplikasi itu dan berkenalan dengannya, sosoknya yang kala itu tidak aku ketahui bagaimana bentuknya. Namun yang pasti, dibalik layar itu, dia adalah sosok yang menyenangkan dan baik hati. Kala itu aku sudah di buat penasaran dengan sosoknya, sampai pada suatu waktu aku menanyakan tentang media sosialnya. Tidak ada penolakan ketika aku meminta nama aslinya dan juga media social pribadinya.

                Dari sana aku mencoba reach out, namun responnya sangat berbeda dengan apa yang dia tunjukan di aplikasi lain. entahlah, saat itu aku tidak mau ambil pusing karena aku juga disibukan dengan hal lain. Namun yang pasti, dia sangat baik kala itu, ketika aku bertanya tentang soal yang tidak aku mengerti, dia dengan sabar membantu dan menjelaskan. Dari sana aku menaruh hati, entahlah apa memang rasa kagum atau benar suka.

                Puncaknya ketika aku mencoba men DM nya di Instagram, balasanya kala itu biasa saja, tidak ada yang berbeda, namun hanya sedikit dingin dan tidak sehangat ketika di aplikasi itu, tapi waktu itu aku berfikir mungkin dia sedang ada masalah, namun tidak lama dari Dm an kita yang terakhir, dia begitu saja memblock tanpa alasan.

                Aku kembali lagi membaca pesan-pesan yang aku kirim, takut-takut jikalau memang ada kata ataupun ucapan dan ketikan yang membuat dia beralasan besar memblockku tanpa berbicara dulu dimana salahku. Namun aku tak menemukan dimana letak salahnya, dari sana ada rasa sedih dan kecewa, entahlah padahal kenal saja tidak di kehidupan nyata. Hanya dunia maya.

                Mulai hari itu aku sangat sering mencaritahu dia, bukan bermasuk creepy namun, saking pensarannya aku sampai nge kepoin orang-orang yangs sekiranya ada interaksi dengan dia. Mulai dari temannya yang bernama Fikri, aku follow dan aku dm untuk follback, seberani itu. Padahal aku tidak tau pakah memang dia teman dekatnya atau bukan, yang pasti aku dulu tau dia karena salah satu followersnya Dimas. Bukan hanya temannya yang bernama fikri, temannya yang bernama opal pun tak luput dari jiwa kekepoan ku selama itu. Kalo di pikir-pikir lagii sekarang, kok bisa aku se kepo itu dengan kehidupan orang yang bahkan aku tak tau dia memang benar hidup atau hanya menggunakan foto orang lain, namun itulah aku, dengan jiwa penasaran tinggi.

                Sampai aku mengetahui bahwa ia mempunya band dari Instagram temannya yang aku follow, aku ingat betul dia memainkan gitar dan sedang manggung di acara ulang tahun, aku tidak begitu ingat aku lihat video itu dari mana yang pasti aku tau itu dia yang sedang memainkan gitar bersama kedua temannya yang aku pastikan itu adalah Opal.

                Dulu aku sangat ingin kuliah di Yk karena berfikiran aku punya kesempatan bertemu dengannya, aku ingin tertawa jika mengingat itu, bagaimana mungkin ingin kuliah di sana hanya demi orang yang bahkan aku tidak tau dia dimana sekarang, namun yang pasti dia pernah berbagi sedikit mimpinya, ingin berkuliah di salah satu perguruan tinggi bergengsi di Indonesia, UGM. Saat itu aku aminkan apa yang menjadi cita-citanya, semoga memang dia ditakdirkan disana dan bisa menjalankan apa yang selama ini ia mimpikan. Tidak banyak percakapan kami di aplikasi itu, hanya sebatas sharing seputar sekolah, pekerjaan rumah, dan juga tugas-tugas yang kala itu membuatku ingin sambat. Juga aku tidak tau sampai kemarin aku diberitahu mungkin yang memblock aku di Instagram adalah mantanyya, yang dulu menjadi pacarnya, ah jika begitu masuk akal kenapa dia tiba-tiba bersiikap aneh begitu saja.

                Namun di penghujung 2017 aku memutuskan untuk stop mencaritahu kehidupan dia, karena waktu itu aku sudah mempunyai pacar yang sekiranya tidak perlu aku ceritakan disini. Dan di saat itu, aku unfollow semua teman yang berkaitan dengan dia, aku tidak mau lagi tau dan kepo tentang kehidupannya. Namun disisi lain aku ingin berkuliah di Yk setelah aku mengikuti SNMPTN dan juga SBM yang mana kala itu tak satupun kampus negeri di Yk yang masuk list ku, sehingga mau tak mau aku mencoba ke kampus swasta, aku yang dulu sempat sangat bingung ingin memilih jurusan apa, dengan modal nekat dulu aku memilih kampus UII dan mendaftar di jurusan Teknik Kimia, entahlah kenapa aku memilih Kimia, anggap saja pikiran remaja ku yang hanya ikut-ikutan yang mengendalikan. Selain UII aku juga daftar di UMY, aku lupa persisinya mendaftar apa, namun keduanya sama-sama diterima. Entah kenapa aku lebih memilih UMY dan sudah memberikan uang sebesar 1.1 jt pada kampus itu. Namun setelah dipikir ulang aku memutuskan tidak jadi mengambil kulliah di tahun 2017 dan memutuskan untuk gap year selama 2 tahun.

                Namun di 2019 akhir, aku memutuskan untuk menstalking lagi akun dia dengan sec akun yang aku miliki, dan pada waktu itu dia masih menaruh nama mantanya di bio instagramnya, sampai sana aku tidak ada niat mengganggu, namun ini mungkin ini agak jahat, waktu itu aku berdoa dia ditinggalkan oleh pacarnya. Dan beberapa tahun kemudia, doa itu terkabul.

                Pada awal 2022 aku mengecek kembali akunnya, dan tada…sudah tidak ada nama itu di bionya, aku senang, dan memutusan untuk memfollow dia menggunakan second akun, namun kala itu aku tidak terlalu berharap dia akan mengacc dan memfollow back ku, karena seperti yang sudah diketahui bahwa sec aku aku adalah hal-hal yang berbau korea dan mungkin menurut sebagian orang itu tidak jelas.

                Aku ingat betul saat itu malam hari di tahun 2022, dan aku melihat salah satu status igs yang berbeda, aku lihat lagi, dan benar ternyata dia mengacc sec akun aku. Ya tapi hari itu aku tidak ada niatan untuk mengirim pesan apapun. Hari berganti seperti biasa, aku dengan kesibukannku yang sudah kembali kuliah online dan mengurus ini dan itu tidak ada berfikir untuk menDm dia lagi. Tapi di suatu hari saat sedang bingung dan tugas selesai, aku dengan iseng Dm dia, dan ya dia balas. Aku sangat senang waktu itu, akhirnya bisa menanyakan hal yang menjadi rasa penasaran ku swlama bertahun-tahun.

                Dan dari sana kami mulai intens berbagi cerita, dan belakangan ku ketahui kamu baru saja putus dan masih menyimpan luka yang begitu dalam. Perasaanku saat itu, aku bisa menjadi pengobat lukanya dan menemaninya dalam keadaan down. Aku tau, sangat tau bahwa hal ini sangat beresiko betul pada hatiku sendiri, dan memang benar saja, beberapa kali aku merasa sakit hati karena dia masih terbayang-bayang mantannya, namun ini adalah jalan dan resiko yang waktu itu berani aku ambil. Kami sudah beberapa kali memutuskan untuk tidak berhubungan dan saling menjauh, namun pada akhirnya kami kembali lagi dan kembali lagi. Hati ini seakan sulit melepaskan dan membiarkan dia sembuh dengan sendirinya, namun aku lupa, tidak semua orang bisa sembuh sendiri, beberapa orang butuh bantuan, seperti dia. Kesabaranku beberapa waktu membuat dia memberanikan diri bertemu denganku untuk petama kalinya, dan ya mungkin pertemuan pertama kali tidak aku ceritakan disini, semoga dilain waktu aku bisa menceritakan awal pertemuan kami di real life kala itu.

                Pada saat awal chatingan dia memang dia, tidak ada yang berubah saat pertama dulu aku kenal dia di 2016 lewat aplikasi belajar. Dia orang yang sangat menyenangkan, baik hati dan pandai membawa diri, aku suka dia, saat itu aku baru berani mengakui, walaupun kita belum pernah ketemu di dunia nyata.

                Lain kali aku ceritakan betapa beruntungnya kami menemukan satu sama lain, dia yang sangat aku sayangi hari ini, besok dan selamanya. Semoga kami kuat menapaki kehidupan yang belum seberapa ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sarjana Terapan Kebidanan + Pendidikan Profesi

Pengalaman di Behel diklinik gigi Audy Dental Bandung

Mimpi dan target. Apa bedanya?